Novian hadinata's Blog
just for fun blog.

Mahluk paling hina


Alkisah, pada suatu pagi yang cerah… Seekor anak kucing bernama Meong berlari kearah ibunya sambil menangis tersedu-sedu.
Sang ibu heran dan bertanya… “Mengapa engkau menangis tersedu-sedu wahai anakku sayang…?”
Meong menjawab : “Diriqu sangat sedih wahai Ibunda tercinta, makanya daqu menangis tersedu-sedu… soalnya kalau diriqu menangis tersedak-sedak… cape dech!!!”

Si Ibu melanjutkan interogasinya dengan sedikit mendesak.
“Apa yang membuat mu sedih wahai anak ku… apakah kau di pukul sama si Belang? atau di kejar sama kucing tetangga yang kembar tiga, lahir di tangal tiga bulan tiga, anak janda pus yang belang tiga, bilang pada ibu… siapa nak… siapa yang mencelakai kamu… biar ibu hajar…
Apa bapakmu si Garong yang memukulmu… ibu tidak takut.. itu sudah kasus KDRT.. katakan anak ku siapa? siapa? SIAPAAAA……KAN KU HAJAR DIAAAAAAA?” (antagonis mode ON) teriak si Ibu yg mulai naik pitam karena si Meong hanya diam saja sambil terus menangis….

Akhirnya Meong mengaku juga…”Manusia bu”….
Si Ibu tertegun, kemudian berkata dengan lirih..”Ooooo… Manusia… salah dirimu sendirilah nak…., memangnya kamu diapain sayang?”

Sambil terus menangis Meong bercerita “Tadi ketika sarapan, Meong berusaha mengambil ikan asin di meja makan. Tetapi ketika nyaris berhasil… tangan Meong di pukuli sama Bu Opie sang Majikan. Tyus Meong di usir sambil di caci maki… katannya Meong pencuri, Meong Binatang hina, Meong tidak tahu di untung. Meong jadi sedih bu…”

“Benarkah kita Bangsa Kucing adalah BINATANG HINA bu……..?” tanya Meong dengan iba….

Si Ibu tersenyum ketika tahu duduk persoalannya…. lalu berkata : “Tidak anakku sayang, cobalah engkau perhatikan… Kita adalah binatang Istimewa, hanya kita yang boleh tidur di sofa manusia, nontong TV bareng manusia, bermain dengan anak manusia, makan di ruang makan atau di dapur manusia…”
“Kita ini binatang mulia, lebih mulia dari ayam… jangankan untuk ke ruang makan, di pintu rumah pun ayam pasti telah di usir oleh manusia” Si Ibu menghibur Meong…

Mendengar penjelasan tersebut, Meong menjadi sangat bahagia, serta merta hilang sedihnya dan kembali ceria.

Tapi dasar anak2… Merasa di atas angin, Meong pergi mencari Krukuruyuk si anak ayam.
Kepada Krukuruyuk, Meong memuji2 bangsa kucing dan menghina bangsa Ayam dengan fakta bahwa ayam tidak pernah di perkenankan untuk memasuki rumah sang Majikan…

Mendengar cerita tersebut, Krukuruyuk pun menjadi sedih dan pulang untuk mengadukan perihal tersebut kepada Ibu-nya Nyonya Tekkotek.. “Aduhai bunda benarkah kata Meong, kita adalah binatang paling Hina? Mengapa kita di haramkan untuk memasuki Rumah Majikan? Mengapa selalu di lempari pake sapu? Apakah kita Begitu Hina bu? Mengapa Bu, Mengapaaaaaaaa….” tanya Krukuruyuk Histeris.

Nyonya Tekkotek tersenyum sambil menenangkan Krukuruyuk “Tenang anakku tenang,biar ibu jelaskan satu persatu duduk masalahnya Gan”

“Pertamax, Kita di larang masuk kerumah Majikan karena kita suka ribut dan berkoar2, tidak seperti bangsa Kucing yang JAIM dan PENJILAT. Manusia itu menyimpan banyak rahasia di antara mereka jadi mereka suka bohong, kecuali kalangan tertentu saja seperti selebritis yg suka publikasi murahan untuk menaikan publisitas”

“Keduax, kita selalu di lempari pake sapu karena, kalau pakai kulkas pasti berat, kalau pake hape kemahalan, kalau pake kursi… nah ini dia, manusia saja masih berebut kursi…”

“Ketigax, Kita bukan BINATANG HINA wahai anakku, coba engkau perhatikan, Manusia membuatkan kita Rumah yang bagus, tempat tidurmu juga bagus, kita bebas berkeliaran di HALAMAN RUMAH manusia. Bangsa Kita, Bangsa Ungas menjadi Lambang dari banyak Negara.”
“Lebih hina Bangsa Kambing lagi, mereka selalu menjadi olok2 manusia, mulai dari Kambing Hitam hingga Kambing Bandot, mereka malah tidak di biarkan untuk masuk melewati batas Pagar Halaman tempat tinggal manusia.”

Mendengar hal tersebut, Krukuruyuk bangkit semangatnya, darahnya menggelegak, bangga dan bahagia. Dengan semangat “Garuda di Dadaku” ia sehinga segera berlari keluar pagar untuk mencari Embek, anak Kambing piatu milik tetangga Sang Majikan.

Krukuruyuk menceritakan semua yang ketahuinya kepada Embek, ceritanya di tambahi bumbu2 khusus made in McDonal, KFC dan Ayam Penyet…

Dicekokin cerita itu, Embek menjadi stress!!! Embek berlari2 mencari Ayahnya Babah Bandot sambil berguling2 sangking stress-nya…
Melihat keadaan Embek, Babah Bandot mencoba menenangkan dan mencari tahu apa yang terjadi.

Embek menceritakan kembali cerita Krukuruyuk sambil menangis terbata-bata (kalau terbako-batako-kegedean)… “Benarkah kita BINATANG PALING HINA yah?” rintihnya lirih sambil menitikkan air mata di iringi musik syahdu mendayu2 ala Sinetron Indonesia.

Babah Bandot tercenung mendengarkan cerita tersebut, sebagai seorang Ayah “Single Parent” sulit baginya untuk memberi penjelasan yang memuaskan kepada Embek.

Semenjak Ibu si Embek menjadi Korban Rumah Makan “Sate Matang”, “Sate Madura” dan “Sate Padang”, Bandot bekerja keras untuk menghidupi Embek, hal paling hina pun telah dilakukannya. Demi Embek, bandot rela menjadi GIGOLO untuk mendapatkan sejumput rumput, betapa HINANYA.

Setelah sekian lama terdiam, tiba2 Bandot mendapatkan ide cemerlang, dengan segera Ia berkata…
“Wahai anakku, janganlah kau bersedih hati, memang manusia sering menghina dan menjadikan kita sebagai kambing hitam”
“Tetapi anakku Embek, perhatikan lah, Hampir seluruh kegiatan seremoni manusia selalu membutuhkan kita. sejak Manusia Lahir, Khitan, Nikah hingga Meninggal.., kita selalu menjadi bahagian dari upacara Manusia.”
“Kita bukan BINATANG HINA, Kita bebas berkeliaran di Seluruh Kampung. Coba kau perhatikan BABI merekalah BINATANG PALING HINA!!!
“Dagingnya di penuhi oleh cacing pita, oleh petani di anggap HAMA, jangankan untuk berkeliaran di kampung, di tengah Hutan saja mereka terus di buru hanya untuk di Bunuh”

Mendengar Petuah Bandot, Embek menjadi girang bukan pialang, eh… kepalang, dengan segera dia bangkit dan berlari ke pingiran hutan, hanya dengan satu tujuan… mencari Pinky, anak babi sahabatnya.
Mereka baru sekali bertemu ketika melakukan Demo Lingkungan Hidup di tepi telaga kawasan hutan lindung yang telah tandus.

Awal berkenalan mereka di sebabkan Embek dan Pinky memiliki Hobby yang sama. Mereka rajin mendatangi/mengakses sebuah situs purba. Sebuah candi tua di ujung kampung tempat ditemukannya situs sosial jejaring laba2 bernama CANDI MUARA PESBUK. Candi tersebut konon didirikan berabad2 yang lalu oleh Maha Patih Mark Zuckerberg dari Dinasti Jomblo Tinting di Benua Atlantis.

Sudah dulu sejarahnya ya… kita lanjutkan ceritanya…

Segera sesampainya di Candi Pesbuk, Embek langsung masuk (login) dengan kode tertentu. Setelah berhasil memasuki “beranda” Candi Pesbuk, Embek langsung menuju tempat catatan (Notes) untuk menuliskan semua cerita yang diketahuinya tersebut di tambah dengan kata2 kasar dan menghina. Notes tersebut di Publish Embek dengan tambahan catatan dengan huruf kapital pada Dinding (Wall) milik Pinky : “HEI BABI, ENGKAU ADALAH BINATANG DAN MAKHLUK YANG PALING HINA DI DUNIA”

Kemudian embek melengang pulang ke rumah (Logout) dengan tersenyum dan hati yang Termehek-mehek.

Sebenarnya Roh Penunggu Candi (Admin Candi) telah melarang pengunaan kata2 kasar, penghinaan dan Rasis kecuali pornografi di dinding candi. Tetapi ini sulit dilacak karena bisa di akali oleh para binatang dengan mengunakan bahasa daerahnya masing2.

Tetapi kalau masalah Pornografi ini NATURAL semua foto yang di Upload oleh Binatang yang menjadi member Candi Pesbuk harus “100% NAKED” atau “Telanjang Full”
Justru aneh jika memaksakan mereka berfoto memakai pakaian, walau sekedar bikini, apalagi Jilbab. Telanjang memang sudah KODRAT Binatang.
Justru Sang Roh Candi heran melihat Ras Manusia yang di ciptakan Oleh TUHAN sebagai makhuk paling mulia malah berusaha meniru Binatang. Ada-ada saja ulah manusia yang nge fans berat sama binatang, mulai dari berpakaian ketat, meningkat menjadi bikini, kemudian Topless sampai akhirnya full naked (NUDIS), “Aya-aya” wae pikir Roh Candi (Temple Spirit).

Tidak lama setelah Embek Logout, Pinky memasuki areal Candi Pesbuk tuk sekedar melihat2 update status teman2nya. Betapa terkejutnya ia membaca postingan dari Embek! Segera Pingky berlari ke tengah hutan mencari orang tuanya tanpa sempat pamit dengan Roh Candi.

Segera Pingky bertemu dengan Orang Tuanya Mr. dan Mrs. Porky, dengan nada penuh emosi Pinky bercerita tentang apa yang di tulisi Embek di Wall Candi Pesbuk. Kemudian Pinky bertanya
“Wahai Bapak dan Ibuku… Benarkah kita adalah BINATANG DAN MAKHLUK PALING HINA DI DUNIA INI?” Tanya Pinky dengan nada tinggi tetapi suara berat dan tercekat…

Mr. dan Mrs. Porky terdiam dan saling menatap. Sejurus kemudian mereka menundukan kepala dan hampir serentak bergumam lirih.

“Benar wahai anakku, kita adalah BINATANG DAN MAKHLUK PALING HINA di Dunia ini. Bagi manusia kita merupakan hewan menjijikan, nama kita di gunakan untuk ungkapan2 paling kotor dan menjijikkan”
Mrs. Porky langsung menangis meratapi nasibnya, sementara Mr Porky hanya terpekur.

Mendengar peryataan Orang Tuanya tersebut, Pinky PANIK. Ia tidak bisa menerima kenyataan ini. Ini tidak adi!!! Ia tidak minta kepada TUHAN untuk dilahirkan menjadi seekor Babi, seekor BINATANG DAN MAKHLUK PALING HINA!!!
Pinky berlari, berlari dan berlari, tanpa perduli, hati galau, hatinya berkata :”Aku ini BINATANG PALING HINA, binatang jalang, dari kumpulan yang terbuang, biar peluru menembus kulit ku. Aku tetap meradang, menerjang… Luka dan bisa ku bawa berlari.. berlari… (dst/dll/ect)”

Hari telah malam… Tanpa di sadari Pinky telah memasuki areal kebun ubi milik Warga Kampung… Kebun tersebut berada di samping Mushala Tua yang sedang di sesaki oleh Orang2 Tua kampung yang sedang melaksanakan Shalat Isya berjama’ah.
Pingky tersadar bahwa ia telah memasuki perkampungan manusia. Suatu kawasan terlarang bagi Bangsa Babi… Tetapi kali ini Pinky telah bertekat bulat untuk mengakhiri Hidupnya dengan cara menyerahkan diri kepada Manusia.
Pingky sadar betul konsekuensi dari perbuatan ini.. Tetapi Pingky lebih menerima tajamnya tombak dan perihnya sabetan parang dari pada hidup sebagai BINATANG DAN MAKHLUK PALING HINA di Dunia ini!!!

Segera Pingky bersembunyi di kebun menuggu Warga Kampung selesai menunaikan shalat Isya berjama’ah, “Jika jama’ah Isya ini keluar beramai2 tentu aku akan lebih cepat mati” pikir si Pingky…

Tetapi perkiraan Pingky agak meleset! Setelah selesai salam, tidak satupun Jama’ah Shalat Isya yang meninggalkan Mushalla mereka dengan setia menunggu Seorang Ustad Tua memberikan ceramah agama.

Pingky menjadi gelisah. Detik demi detik berlalu terasa begitu lama. Menunggu saat yang tepat untuk sebuah rencana bunuh diri ini tidak mengenakkan, hal ini sangat menyiksa…

Dalam kegelisahannya, sayup-sayup Pinky mendengar suara Ustad Tua melalui pengeras suara yang juga telah tua, : “Kaum Muslimin Rahimakumullah. Manusia itu adalah Makhluk yang paling Mulia di sisi Allah. Itu hanya apabila manusia itu taat dan bertaqwa kepada Allah, Mencintai sesama manusia, dan menjaga alam ini dengan tidak membuat kerusakan2 di muka bumi.”
“Tetapi wahai kaum Muslimin dan Muslimat jika kita melangar perintah Allah, Kemuliaan pada diri kita sudah tidak ada lagi, bila kita menghinakan diri sendiri, kedudukan Kita lebih hina dari Hewan Ternak, MALAH LEBIH HINA DARI PADA BABI sekalipun. Manusia yang berani melanggar perintah Allah adalah MAKHLUK PALING HINA di Dunia ini” lanjut Ustad penuh semangat.

Pingky tersentak, ia sangat terkejut! Sama sekali tidak disangkanya bahwa ternyata Ia bukan MAKHLUK PALING HINA.
Pinky tahu bahwa Manusia yang melanggar perintah Allah itu jumlahnya sangat banyak, ia tahu dari cerita binatang2 lainnya. Betapa manusia sebagai Insan Kamil telah di Ciptakan TUHAN sebagai pemimpin di Dunia. Tetapi Manusia yang di Perintah Tuhan untuk menjaga Kemuliaan itu, malah berbuat seperti Binatang, malah lebih keji dari Binatang.
Beberapa kali ia Pernah melihat sendiri tingkah Pola anak Manusia yang merusak lingkungan, memusnahkan hewan2. Bercinta, dan malah kawin tanpa ikatan Nikah di semak2 atau gubuk pingir hutan. Memakai pakaian tanpa menutup Aurat. Mencuri dan membunuh sesama, lalu membuangnya ke Hutan.

Segera Pingky sadar…. “Aku bukan MAKHLUK PALING HINA di Dunia ini, Bukan, Bukan, Bukan…aku” kata Bathinnya sambil tersenyum.
Ia pulang dengan bahagia dan penuh rasa syukur. Akan di ceritakannya ini kepada Orang Tuannya… dan Kepada Teman2nya di Candi Pesbuk…

Nah Lho……

No Responses to “Mahluk paling hina”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: