Novian hadinata's Blog
just for fun blog.

Sep
06

Cowok Cuek: “Biarin Aja,paling ntar diam sendiri”
Cowok Naif: “Beliin gulali sama balon warna-warni”
Cowok Jaim: “Plz dunk jangan bikin malu gue,masa nangis sih”
Cowok gak sabaran: “Hari gene masih nangis,plzzz dech!!?”
Cowok Sensitif: “Ikutan Nangis N memble”
Cowok ahli Hipnotis: “Saya hitung 1,2,3…dihitungan ketiga anda melupakan semuanya… lupakan semuanya… lupakan… OK!”
Cowok Pasrah: “Terserah Lo deh!!!”
Cowok Idaman: “Menangislah sepuasnya dipundakku, sambil tangannya melingkar melindungi si cewe (kadang meraba)”
Cowok Tajir: “Beliin Mobil, Handphone…”
Cowok Romantis: “Bacain Puisi, dinyanyiin lagu NINA BOBO”
Cowok Horny: “Dibaringin ditempat tidur del el el”
Cowok Bete: “Dipeluk sambil dibisikin `kita putus aja ya` abisnya kamu cengeng banget sih say”
Cowok Narsis: “Sibuk ngambil foto diri sendiri pake N6600”
Cowok Dermawan: “Ngeluarin recehan sembari bilang May God Bless You…”
Cowok Kere: “Sory nih yang,aqu ga bisa beliin tissu…”
Cowok Santri: “Astagfirullah….tabahkan hatimu dinda.”
Cowok Kritis: “Nanya ada paan sih? siapa? kenapa? dimana? kemana? kok bisa sih? ya udah… ambil positifnya aja lah”
Cowok tulalit: “Kamu nangis dapet bonus apa ditinggal mati sih? Hiiii…kamu bisa juga nangis yah?”
Cowok Matre: “Cewe kere Lo… nangis mulu nyusahin gue doank”
Cowok Kejam: “Hehehehe… ini belum seberapa sayang…nanti aku bisa bikin kamu tambah sengsara sampe meraung-raung… lebih parah lagi… mau nangis lagi?”

Sep
06

Kentut..

Dia tak berwujud, tak bernyawa
Tapi baunya terasa…..

Dia tak berbahaya tapi dijauhi

Dia ramah tapi tak didekati

Kalo bunyinya keras artinya jujur, tak bersuara artinya pemalu…..

Keluar sekaligus artinya berjiwa besar,
Setengah-setengah artinya hemat…..

Oohh, Kentut….

Org Inggris kentut bilang : “excuse me”…..

Org Amrik kentut bilang : “pardon me”…..

Org indonesia bilang : “not me, not me…!”

Kentut itu seru…!

Asyiknya dikumpulin, ditahan,
Lalu ledakkan keras-keras ditengah-tengah kelas…
Agar teman2 pada ketawa
ato malah jadi gila…..

Kentut,

Seperti persahabatan…..

Hangatnya terasa…

Begitu tercium, semua orang tahu ada “dia”…
Yang selalu menemani hidup kita..

Kentut…

Nggak kentut berarti nggak sehat…

Banyak kentut, berarti dahsyat…..

Kentut…..

Hati2lah melepaskannya…..

Bertubi-tubi tandanya abis makan ubi…..

Berair tandanya menceret…..

Kentut ,

Nggak ada loe ga rame…
Ada loe malah keramean…

Disegani, dikucilkan, tapi ngangenin…..

Jadi…..
We love “YOU”….. always and forever.. ,,,

..prrrreeeet

———————————————————————————————————-
Kentut & Sifat Manusia

¤ Tidak jujur : Orang yg abis kentut trus nyalahin orang lain
¤ Bodoh : Orang yg nahan kentut sampe berjam-jam
¤ Bijaksana : Orang yg tau kapan harus kentut
¤ Sengsara : Orang yg pengen kentut tapi gak bisa-bisa
¤ Misterius : Orang yg kalo kentut gak ketahuan orang lain /Smile
¤ Pede : Orang yg selalu yakin kalo kentutnya gak bau
¤ Sadis : Orang yg habis kentut dikibas2in ke temen sebelahnya.
¤ Strategis : Orang yg kalo kentut bisa mengalihkan perhatian orang lain shg lupa soal kentut tsb
¤ Idiot : Orang yg habis kentut trus ambil napas dalem2 untuk ngisep lagi kentutnya *nerd*
¤ Irit : Orang yg kalo kentut dikeluarin dikit demi dikit
¤ Sombong : Orang yg seneng ngebau-in kentutnya sendiri
¤ Ramah : Orang yg dikentutin orang lain tapi tetap senyum Smile
¤ Childish : Orang yg kalo kentut berendam di air biar bisa ngeliat blubug-blubugnya
¤ Jujur : Orang yg langsung mengaku begitu dia kentut
¤ Jenius : Orang yg bisa mengidentifikasi ini bau kentutnya siapa
¤ Sial : Orang yg selalu dikentutin orang lain & bau.
¤ Kurang kontrol : Orang yg kalo kentut sampe keluar ampasnya
¤ Kurang kerjaan : Orang yg senengnya ngebaca BB soal kentut … Hahahaha =)) =))

Jul
06

•Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
•Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
•Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
•Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
•Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
•Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu
Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
•Yang indah hanya sementara
•Yang abadi adalah kenangan
•Yang ikhlas hanya dari hati
•Yang tulus hanya dari sanubari
•Tidak mudah mencari yang hilang
•Tidak mudah mengejar impian
•Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
•Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
•Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
•Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
•Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
•Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
•Jangan terlalu perhitungan
•Jangan hanya mau menang sendiri
•Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
•Belajarlah tiada hari tanpa kasih
•Selalu berlapang dada dan mengalah
•Hidup ceria, bebas leluasa...
•Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
•Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
•Tak ada dendam yang tak bisa terhapus....
Jun
06

di part 2 ini gw cuma mao kasih tau…

klo ending part 1 tadi itu palsu…

ending asli nya si david ga pernah kembali….dan putri elisa sekarang sudah menikah dengan pria pilihan ayah nya…sudah punya anak 2 bernama charles dan harry …wkwkkwwkwkw

Jun
06

Pada jaman dahulu ada seorang putri yang sangat cantik.
putri elisa namanya.
sang putri jatuh cinta dengan seorang rakyat biasa.
seorang anak petani,yang bernama david.
dayung bersambut,david ternyata juga mencintai putri elisa.
mereka sepakat menjalin cinta sebagai sepasang kekasih.
tapi hubungan mereka tidak di restui oleh sang raja ayahanda sang putri.
bahkan sang raja mengancam akan membunuh david jika hubungan mereka tetap di lanjutkan.
akhir nya si david pergi meninggalkan kerajaan tersebut..tapi id berjanji pada sang putri.
bahwa dia  akan kembali menjemput sang putri.
sepeninggal nya david.
banyak pangeran2 dan bangsawan dari berbagai kerajaan datang untuk melamar sang putri.
tapi si putri selalu menolak.
karena percaya akan janji si david yang akan menjemput nya.
pada suatu malam di akhir tahun.
david datang dan mengalahkan semua pengawal raja.
membawa si putri pergi dari kerajaan.
akhir nya mereka menikah dan hidup bahagia selama nya....
May
10

“Linger”

If you, if you could return, don’t let it burn, don’t let it fade.

I’m sure I’m not being rude, but it’s just your attitude,
It’s tearing me apart, It’s ruining everything.

I swore, I swore I would be true, and honey, so did you.
So why were you holding her hand? Is that the way we stand?
Were you lying all the time? Was it just a game to you?

But I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

Oh, I thought the world of you.
I thought nothing could go wrong,
But I was wrong. I was wrong.
If you, if you could get by, trying not to lie,
Things wouldn’t be so confused and I wouldn’t feel so used,
But you always really knew, I just wanna be with you.

But I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

And I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

May
01

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif sertaberperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”.

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.

Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?” Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”. Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang. Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal. Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami. Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

“Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

(repost dari tetangga wkwkwkwkw)

May
01

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai mereka membayar semua barang belanjaan. Tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya.
Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, “Beri kami sedekah, Bu!”
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas
berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala ia tahu jumlahnya dan ternyata itu tidak mencukup kebutuhannya, ia kemudian menguncupkan jari-jarinya dan ia arahkan kearah mulutnya, kemudian ia memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke arah mulutnya.
Seolah ia berkata dengan bahasa isyarat, “Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan.
” Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, “Tidak… tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”
Ironisnya meski ia tidak menambahkan sedekahnya malah istri dan putrinya Budiman menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan.

Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang adalah tanggal dimana ia menerima gajian dari perusahaannya, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekeningnya. Ia sudah berada di depan ATM. Ia masukkan kartu ke dalam mesin tersebut. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncullah beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya.
Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Kemudian uang itu ia lipat menjadi kecil dan ia berniat untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Budiman memberikan uang itu. Lalu saat sang wanita melihat nilai uang yang ia terima betapa girangnya dia.

Ia berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:
“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga.Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!” Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja.
Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu.
Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya,
“Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga….!” Deggg…!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman.
Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu.
“Ada apa Pak?” Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!”
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman menyatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis
namun Budiman melanjutkan kalimatnya: “Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Bu…, aku malu kepada Allah!
Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima
10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah.” Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan
beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang suka lalai atas segala
nikmat-Mu!

(mohon maaf kalau repost)

May
01

“Pak, mengapa sapi yang ini tidak memiliki tanduk?” tanya seorang gadis kepada seorang peternak.

Peternak itu akhirnya berdiri dan bercerita dengan sopan,

“Begitulah, Bu. Lembu bisa membuat kerusakan yang parah hanya dengan menggunakan tanduknya, sehingga terkadang beberapa peternak memotongnya dengan menggunakan gergaji besi. Terkadang, peternak lain menggunakan bahan kimia tertentu untuk menghentikan pertumbuhan tanduk sejak masih kecil. Secara alami ada beberapa lembu yang memang tidak memiliki tanduk. Tapi dari sekian hal tadi yang paling penting mengapa ‘sapi’ yang ini tidak memiliki tanduk adalah karena ini adalah seekor kuda.”

May
01

Cerita ini mengisahkan seorang anak yang memperlihatkan nilai laporan sekolahnya ke pada bapakknya,

Joni : “Pak Pak Joni sudah dibagi rapot…”

Bapak : “Udah di bagi rapot? Coba bapak liat…”

Joni : “Tuh di meja pak ambil saja.”

Bapak : “Coba bapak liat… Waduhhh kamu ini Joni jadi anak bodo banget masa nilai di rapot kamu merah semua. Kalau begini Bapak percuma sekolahin kamu!!!” (dengan penuh emosi dan amarah yang meledak-ledak)

Joni : “Pak Pak sebentar dulu…” (bingung) “Masa sih pak, nilai Joni kan bagus semua gak ada yang merah…” (agak emosi dan takut dan aneh)

Bapak : “Terus ini apa warna apa? Bukan warna merahhhhh??!!”

IJoni : “Coba Mana Liat!! Waduhhhhh kok banyak merahnya yaaa padahal tadi di sekolah gak ada merahnya sumpah deh, Pak..”

Bapak : “Ah, kamu ini alasan!!”

Joni : “Ehh, sebentar. Kok ini rapot laporan tahun 1989, taun sekarang kan tahun 2010… Coba lihat dulu sampul depannya ini rapot siapa. Yeee ini mah RAPOT BAPAK WAKTU DULU…”

Bapak : “???”